“Penyediaan energi bersih melalui pemanfaatan EBT khususnya energi surya menjadi salah satu prioritas untuk dapat mencapai tujuan tersebut, mengingat potensi surya di Indonesia berlimpah, masa pembangunan yang cepat, dan harganya yang telah kompetitif,” ujar Dadan.
Di samping potensinya yang melimpah, harga jual listrik PLTS saat ini juga semakin kompetitif. Harga jual listrik dari PLTS Terapung Cirata 145 MWac yang hanya sebesar 5,81 centUSD/kWh telah menjadi benchmark bagi pengembangan PLTS di Indonesia.
“Berdasarkan market sounding yang dilakukan oleh PLN, pengembangan PLTS Terapung di beberapa lokasi menunjukkan penawaran harga di bawah USD 4 sen/kWh,” jelas Dadan.
Dadan juga meminta kepada PLN agar dapat mendorong pengembangan EBT, termasuk PLTS, yang memiliki potensi PLTS terapung yang besar di PLTA eksisting dan waduk.
“Mengingat bahwa Indonesia memiliki potensi PLTS terapung di PLTA eksisting sebesar 12 GW di 28 lokasi dan di waduk atau danau dengan potensi sekitar 28 GW di 375 lokasi,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury ingin agar PLTS Terapung Cirata dapat menjadi percontohan untuk pengembangan pembangkit EBT di daerah lain.















