Pahala juga berharap dapat terjadi transfer teknologi dalam pengembangan EBT.
“Proyek ini semoga dapat menjadi pondasi dalam memperkuat kerja sama di antara kedua negara. Selain diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja maupun mengangkat ekonomi regional. PLTS Terapung Cirata diharapkan dapat menjadi pembelajaran, transfer teknologi dalam pengembangan EBT, dari salah satu global leader pembangkit EBT dari Uni Emirat Arab,” ungkap Pahala.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini optimis PLTS Cirata dapat beroperasi sesuai jadwal.
Selain itu, menurutnya, PLTS Terapung Cirata juga akan menjadi revolusi pengembangan EBT dalam negeri.
“Keberhasilan pengembangan proyek ini, ke depannya diharapkan akan mendorong proyek-proyek terobosan di bidang EBT dengan harga yang kompetitif,” ungkap Zulkifli.
Sebagai informasi, PLTS Terapung Cirata ditargetkan mampu menghasilkan energi sebesar 245 juta kWh pertahun, dan akan memasok listrik untuk 50.000 rumah, serta menyerap tenaga kerja hingga 800 orang.
PLTS Terapung Cirata akan dijalankan oleh PMSE (Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi) yang merupakan Project Company hasil bentukan dari konsorsium cucu usaha PLN, yaitu PJBI dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Masdar.















