Diakui Gede, kemenangan Jokowi dalam Pilpres sangat ditentukan pula oleh siapa figur cawapres yang akan mendampinginya.
Jangan sampai figur yang pernah kalah dalam Pilpres 2009 yang lalu malah dijadikan pasangan Jokowi.
“Sebaiknya, jangan paksakan Jokowi dengan sosok yang pro pencabutan subsidi BBM. Karena dianggap tidak berpihak kepada rakyat, lagi pula bukankah PDIP merupakan partai yang paling dikenal oleh masyarakat sebagai partai yang gigih menolak kenaikan BBM,” paparnya.
Ditambahkan, karena tantangan utama bangsa ini saat ini adalah persoalan ekonomi (kesejahteraan) sebaiknya cawapres Jokowi adalah figur yang bersih, memahami Trisakti, punya jaringan internasional yang luas, berkompeten, dan mampu melengkapi karakter Jokowi serta membantunya, bukan mengkooptasinya untuk kepentingan pribadi dan kelompok, misalnya untuk memperkuat jaringan bisnis (nepotisme), berkolusi, dan korupsi.
‘’Jangan pilih pebisnis, saudagar, atau pengusaha untuk jadi cawapres Jokowi,’’ pungkasnya.












