Selain itu, kata Yusri, diharapkan Ahok jujur dan berani membuka apa isi pertemuan dia dengan orang penting di rumah pengusaha Ricardo Galael di tahun 2022, yang katanya orang tersebut punya pengaruh kuat di Kementerian.
“Konon kabarnya di dalam pertemuan tersebut ada upaya membujuk Ahok untuk tutup mata terhadap proses pengadaan minyak mentah dan BBM serta LPG, tapi informasi yang kami peroleh bahwa permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Ahok,” beber Yusri.
“Kami sangat berharap Tim Pidsus dalam bekerja jangan diintervensi yang bisa membuat arah penyidikan menjadi tidak fokus untuk membuat semakin terang benderangnya konstruksi peristiwa pidananya dan mengungkap siapa-siapa aktor intelektualnya menjadi gelap,” pungkas Yusri.













