JAKARTA-COVID-19 memicu pergeseran konsumsi makanan di rumah. Permintaan terhadap penjualan bahan makanan dan kebutuhan pokok di kawasan ASEAN akan melonjak karena anjuran pemerintah agar masyarakat tetap tinggal di rumah.
“Dampak konsumsi cenderung positif untuk supermarket dan minimarket di Indonesia, dan netral atau negatif untuk Consumer Value Stores (CVS),” ujar Cheria Widjaja DBS Group Research saat menyampaikan hasil riset How ASEAN food demand is shifting di Jakarta, Selasa (21/4).
Menurutnya, supermarket (pasar swalayan) di kawasan Asia Tenggara marak dikunjungi saat konsumen bersembunyi di rumah. Sebagian besar pemerintah di kawasan ini mendorong warganya untuk tetap tinggal di rumah demi menekan angka penyebaran COVID-19, mengimplementasikan kebijakan pembatasan sosial, yang berlaku sejak pertengahan Maret.
Peraturan ini menyebabkan pergeseran konsumsi makanan di rumah untuk Kawasan ASEAN dan ini merupakan hal positif bagi pemain supermarket di lingkup ritel modern.
“Berdasarkan pengamatan kami, umumnya penjualan di pasar swalayan dan ritel modern yang menjual bahan pokok mengalami peningkatan sementara penjualan barang-barang non esensial dan umum mengalami penurunan,” jelasnya.













