Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky mengatakan, konsolidasi BTN-Mandiri merupakan rencana lama yang seharusnya tidak perlu dipersoalkan. Apalagi tren perbankan dunia juga mengarah pada konsolidasi seperti yang dilakukan oleh Temasek Holding’s dan Khasanah Berhad.
“Sangat disayangkan perdebatan yang muncul bukan pada subtansi, tapi lebih banyak ke aspek politis,” katanya kepada wartawan
Padahal untuk memperkuat BTN, lanjut Yanuar lagi, daripada melakukan right issue dan saham pemerintah terdilusi, konsolidasi adalah jalan terbaik. “Hal itu juga yang dilakukan perbankan di negara tetangga,” ujarnya
Yanuar menambahkan, Indonesia tidak bisa menunda lagi proses konsolidasi perbankan. Pasalnya hal itu sudah dilakukan negara lain dalam 5 tahun terakhir dalam menghadapi MEA. “Pemerintah baru harus punya sikap yang jelas terhadap upaya konsolidasi perbankan agar kita memiliki bank yang kuat di regional,” tambahnya.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, sinergi Mandiri-BTN sesungguhnya sangat strategis untuk melahirkan bank yang kuat dan mampu menjadi sumber pembiayaan bagi sektor perumahan di Indonesia yang butuh biaya besar.
Sementara jika hanya menggantungkan pada kondisi BTN saat ini akan sangat berat mengingat kapasitas modal dan sumber pendanaannya sangat terbatas. “Upaya Meneg BUMN sangat strategis dan tepat untuk melahirkan bank yang kuat. Sinergi Mandiri-BTN juga akan menjadikan kedua bank mampu bersaing dengan bank-bank asing yang semakin kokoh, baik di Indonesia maupun ASEAN,” pungkasnya. **













