Steffano memperkirakan, baik deposito dan dana pihak ketiga (DPK) masih akan memberikan kontribusi yang seimbang terhadap pertumbuhan bisnis DBS di 2013. “Kami memperkirakan DPK ditahun ini akan tumbuh berkisar 20-30 persen. Paling banyak DPK ini berasal dari korporasi,” ujar Steffano.
Dia mengatakan, saat ini DBS Indonesia sudah memiliki 38 kantor cabang yang tersebar di 11 kota utama di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bamdung, Semarang, Yogyakarta, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Pontianak dan Samarinda. “Soal penambahan cabang di tahun ini, kami bisa mengumumkannya di pertengahan 2013,” jelas dia.
Mengenai penawaran produk Reksa Dana Mawar Konsumer 10, kata Steffano, pihaknya meyakini akan mampu menjual hingga 100 miliar rupiah hingga akhir 2013. Dia menambahkan, sejak 2008 hingga akhir 2012 DBS telah memasarkan produk reksa dana Danareksa dengan total assets under management (AUM) mencapai 145 miliar rupiah.
Steffano menjelaskan, reksa dana merupakan salah satu produk favorit bagi nasabah DBS, terbukti dari pertumbuhan di beberapa waktu terakhir. “Danareksa adalah salah satu mitra jangka panjang kami. Produk Reksa Dana Mawar Konsumer 10 ini juga akan semakin melengkapi ragam produk yang kami tawarkan,” ucap Steffano.













