Selain itu, jumlah perdagangan atau total trading frequency DGWG mencapai 61.872, menjadikannya emiten terbesar kedua di bawah BBRI. Jumlah ini mencakup 4,5% dari total trading frequency di BEI pada perdagangan Senin (13/1/2025). Dari perdagangan tersebut, Perusahaan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp71,06 miliar dengan volume transaksi sebanyak 259,5 juta saham.
Tren positif ini terus berlanjut hingga Selasa (14/1/2025), saham DGWG bahkan sempat menyentuh level tertinggi Rp 328 sebelum akhirnya ditutup di Rp 314 per saham pada akhir perdagangan.
Presiden Direktur DGWG, David Yaory, mengatakan, Perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk penyertaan modal kerja, fokus utamanya adalah untuk pembelian bahan baku produk. Hal ini sejalan dengan komitmen DGWG untuk mendukung tercapainya ketahanan pangan dengan menghadirkan produk-produk bermutu dan inovatif.
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, telah menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memperkuat komitmen target swasembada dan menambah anggaran ketahanan pangan hingga Rp 159 T
“Di tengah upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong swasembada pangan, kami ingin memastikan bahwa visi bisnis kami selaras dengan tujuan besar ini,” ujar David di Jakarta, Rabu (15/1/2025).














