Ketiga, Paviliun Kecerdasan Buatan seluas 36 m² yang menampilkan inovasi empat perusahaan teknologi di bawah koordinasi MASTEL, yaitu Telin, Astatek, Kata.ai, dan Merkle Innovation.
Miftah menambahkan, Indonesia juga berperan aktif di berbagai forum kerja sama, antara lain ChinaIndonesia Trade and Investment Matchmaking Meeting, China’s Green Policy Dialogue II, China-South Kalimantan Business and Investment Forum, serta pertemuan bilateral dengan delegasi Guangxi.
“Dalam forum-forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, digitalisasi, energi hijau, dan teknologi kecerdaan buatan, termasuk peluncuran Al Application Innovation Center di Batang, Jawa Tengah dan penjajakan kerja sama pengembangan Pusat Al ASEAN-Indonesia,” ucap Miftah.
Sementara itu, Marketing PT Inti Alam Andalas Ikbal Maulana yang turut berpartisipasi sebagai peserta pameran, menilai kegiatan ini sebagai ajang strategis untuk mempromosikan produk dan menjalin hubungan bisnis dengan mitra internasional.
PT Inti Alam Andalas merupakan pelaku usaha sektor agroindustri yang memproduksi dan mengekspor berbagai produk rempah-rempah serta hasil olahan ikan laut.
“CAEXPO merupakan ajang pameran terbaik yang pernah kami ikuti sebagai eksibitor. Potensi transaksinya sangat besar dan hampir seluruh media Tiongkok hadir untuk meliput dan melakukan wawancara. Berkat dukungan yang tersedia, kami yang baru pertama kali menjadi peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik dan memanfaatkan peluang sebesar ini,” ungkap Ikbal.















