“Berbagai koordinasi lintas stakeholder ini kami lakukan sebagai upaya kami mendukung aktivitas wisata di Labuan Bajo agar tetap aman dan nyaman selama libur Nataru dan kondisi ini tidak tercipta dengan sendirinya tetapi harus melibatkan berbagai otoritas yang berkewenangan. Keselamatan dan kenyamanan wisatawan tetap menjadi prioritas utama kami,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga, menjelaskan kondisi TNK saat ini aman untuk kegiatan wisata.
Namun para pengunjung secara berkala perlu memantau kondisi iklim terutama selama masa libur Nataru ini dan mengikuti imbauan BMKG untuk memastikan keamanan selama berlibur di kawasan perairan demi keselamatan diri.
“Saat ini, kondisi di TNK terpantau aman untuk kegiatan wisata. Namun, setiap pengunjung yang ingin berwisata ke TNK harus memperhatikan dengan serius imbauan dari BMKG, karena mereka yang memiliki data dan prediksi terkait kondisi cuaca. Sangat tidak disarankan untuk tetap memaksakan diri masuk ke kawasan TNK saat cuaca buruk, karena hal tersebut berisiko dan dapat membahayakan keselamatan diri,” terang Hendrikus.
Lebih lanjut, Hendrikus mengimbau para pengunjung untuk tetap memperhatikan dan mentaati imbauan yang dikeluarkan BMKG dan KSOP jika terdapat arahan larangan berlayar dikarenakan cuaca buruk yang beresiko bagi pelayaran.















