“Tidak, cukup sampai di sini saja,” katanya.
Arief mengaku menempuh pendidikan S3-nya sejak 2011 dan rampung pada 2013. Oleh karena itu, ia membantah tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.
“Mungkin orang itu mau menggunakan nama saya untuk promosi,” katanya.
Sekedar informasi, pekan lalu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir melakukan sidak ke kampus Universitas Berkley Jakarta.
Kampus tersebut merupakan cabang dari University of Berkley Michigan yang dikelola bersama Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII) yang mencantumkan nama Arief Yahya sebagai alumni.
Tercantumnya nama Arief Yahya, diketahui setelah LMII memublikasikan daftar alumni yang meraih gelar PhD dari kampus tersebut.
Arief tak sendiri.
Beberapa pejabat lain juga mengantongi ijazah dari LMII, seperti anggota DPR Kamarudin Watubun, Lili Asdjudiredja, mantan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Hadiman, dan mantan Mantan Kapolda Jateng Alexander Bambang Riatmodjo.
Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengaku telah mendengar kabar mengenai ijazah palsu Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Meski demikian, Istana belum meminta klarifikasi dari Arief.
Andi menjelaskan bahwa dia mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan media massa. Dia ingin ada klarifikasi sebelum Istana memberikan tanggapan secara resmi.














