“Kontrak dan transaksi bisnis perusahaan asing dan staf asing juga pakai dollar AS,” imbuhnya.
Disamping itu, lanjutnya, kontrak dan transaksi bisnis yang menggunakan dollar AS juga terjadi di pelabuhan laut dan udara. Tidak hanya itu, biaya umroh dan haji juga memakai dollar AS.
“Sewa apartemen, perkantoran dan mall juga pakai dollar AS. Jadi, rupiah ini memang tidak dicintai,” jelasnya.
Untuk itu, dia meminta agar kesadaran untuk lebih menggunakan rupiah penting dilaksanakan semua pihak.
Penggunaan rupiah berpengaruh cukup besar untuk mencegah kejatuhan rupiah lebih dalam lagi.
“Hal ini demi menghindari terjadinya “dolarisasi” yang semakin masif,” pungkasnya.















