Dia menyebutkan, Desa Kupang, Sidoarjo memiliki rumput laut merah Gracilaria Sp yang merupakan komoditas unggulan di wilayah setempat.
Rumput laut merah diketahui bermanfaat sebagai bahan pengental dan pembuatan gel untuk produksi agar-agar, kolagen, karagenan dan alginat bagi sektor makanan dan minuman.
Maqin menyampaikan, implementasi Program Desa Devisa Rumput Laut pada Koperasi Sumber Mulyo 5758 di Desa Kupang, Sidoarjo tersebut telah menjadikan jumlah pelaku usaha yang menerima manfaat dari Program Desa Devisa LPEI sebanyak 2.894 pihak.
Lebih lanjut Maqin menyebutkan, rata-rata hasil produksi rumput laut di Kupang, Sidoarjo mencapai 10.113 ton per tahun atau setara dengan 1,4 persen dari total produksi rumput laut di Jawa Timur.
“LPEI menyiapkan program yang terintegrasi untuk membangun dan meningkatkan kapasitas para petani rumput laut dan anggota koperasi,” imbuhnya.
Menurut Maqin, produk turunan rumput laut Sidoarjo berupa tepung akan diekspor ke sejumlah negara di Eropa dan Asia Timur.
“LPEI sebagai SMV Kementerian Keuangan memiliki mandat untuk dapat membantu program pemerintah melalui pembiayaan ekspor yang diberikan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan dan asuransi, serta jasa konsultasi,” katanya.















