JAKARTA – Manajemen PT Ekadharma International Tbk (EKAD) membidik penjualan Rp558 miliar pada 2025. Target tersebut, sekitar 5,3% lebih tinggi dibanding penjualan EKAD tahun 2024 yang sebesar Rp530 Miliar. Adapun laba EKAD diproyeksikan tumbuh 4,68% menjadi Rp67 miliar pada tahun 2025.
Direksi EKAD dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/5/2025) mengemukakan, penjualan hingga Maret 2025 Rp128,58 miliar, turun 1,44% dari Rp130,46 miliar pada Januari-Maret 2024.
Pencapaian penjualan maupun laba EKAD hingga triwulan I 2025, masing-masing mencerminkan 22,93% dan 10,74% dari target Perseroan tahun ini.
Sebagai informasi, PT Ekadharma International Tbk (EKAD) adalah produsen dan eceran pita perekat, aluminium foil, cling wrap dan bahan terkait. Awal didirikan sebagai industri kertas dengan nama PT Ekadharma Widya Grafika. Kemudian pada tahun 1983, perusahaan mulai memproduksi pita perekat untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia. Sejak tahun 1986, mencapai pasar di kawasan Asia.
Perseroan melakukan IPO di BEI pada tahun 1990 setelah berganti nama menjadi PT Ekadharma Tape Industries. Sejak saat itu, perusahaan terus mengembangkan bisnisnya ke kota-kota lain, dengan membuka cabang penjualan dan stock point. Tahun 2006, perusahaan berganti nama menjadi PT Ekadharma International Tbk Saat ini memiliki 45 cabang dan stock point di seluruh Indonesia.















