“Nanti kalau digabungkan semuanya, memang sedikit lebih tinggi juga dari pola normalnya, tetapi tetap masih didalam target BI dan pemerintah,” ucap darmin sembari mengingatkan bahwa target inflasi BI di 2013 ada di kisaran 4,5 persen plus minus 1 persen.
Secara garis besar, jelas Darmin, situasi perekonomian di dalam negeri pada 2013 masih relatif baik, terlebih lagi pada keseimbangan internal.
“Memang keseimbangan eksternalnya tetap belum pulih, bahwa neraca pembayaran terutama transaksi berjalan itu bahkan defisitnya sedikit lebih tinggi dari perkiraan BI. Baik dilihat dari kuartal maupun sepuluh tahunan, sedikit lebih tinggi. Walaupun sebenarnya dilihat dari levelnya tingkat defisitnya itu bukan suatu yang luar biasa. Di berbagai negara emerging markets, lebih kurang sama dengan kita, seperti India, Turki dan Rusia itu juga hampir sama modelnya,” papar Darmin.
Sebelumnya, Direktur Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Endy Dwi Tjahjono mengatakan berdasarkan data pemilu 2008-2009, dampak tambahan belanja pemilu di 2008 adalah sekitar 11 triliun ruoiah yang berdampak 0,2 persen ke PDB.
“Kegiatan persiapan pemilu 2014 yang dimulai Tw III 2013 ikut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2013, selain faktor pendorong eksternal yaitu membaiknya kondisi global dan tetap solidnya kondisi domestik . Pemilu 2014 diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan sisi konsumsi,” imbuh dia.












