Dia memperkirakan, ekspor diperkirakan juga meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global (walaupun lebih rendah dari perkiraan semula, terkait berbagai risiko yang masih menyelubungi perekonomian global seperti kendala fiskal di AS, dan berlarutnya penyelesaian krisis Eropa) serta kenaikan harga internasional.
“Di tengah optimisme terhadap prospek perekonomian 2013, tantangan utama adalah, bagaimana dapat meminimalisir risiko-risiko yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap kelangsungan pertumbuhan ekonomi, terutama yang bersumber dari defisit neraca transaksi berjalan,” jelas dia.
Sumber pertumbuhan kata dia terutama dari peningkatan kinerja ekspor seiring pemulihan ekonomi global dan kenaikan harga internasional dan meningkatnya permintaan domestik, khususnya konsumsi RT.
“Ada aktivitas pemilu legislatif, UMP Riil naik 17,1 persen, meningkatnya PTKP pd 2013, remunerasi PNS, dan dan investasi swasta (akibat peningkatan ekspor dan invesment grade),” kata dia.












