Oleh: Salamuddin Daeng
Sebetulnya, sejak tahun 2019, ekonomi Indonesia sudah menuju resesi. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan cenderung menurun.
Seharusnya sejak 2019 tersebut pemerintah harus terfokus membenahi ekonomi pada lapisan bawah masyarakat kita, yakni petani, UMKM, koperasi, memperkuat daya beli melalui instrumen subsidi dan insentif pada seluruh lini ekonomi.
Namun hal ini tidak dilakukan.
Tim ekonomi yang buruk, rangkap jabatan, konflik kepentingan dalam lingkaran oligarki, dan para pejabat publik yang tersandera oligarki.
Dalam bidang ekonomi, pemicu utamanya adalah penurunan harga komoditas minyak, batubara dan komoditas lainnya yang merupakan andalan ekspor.
Pada bagian lain konsumsi terus menurun karena daya beli masyarakat yang melemah.
Banyak PHK, pengangguran dan kondisi petani yang tidak membaik karena dihajar barang impor, banyak industri yang gulung tikar.
Pemerintah sejak semua kelihatan tidak berbuat banyak. Hanya menonton keadaan yang terus memburuk.
Kemampuan pemerintah dalam melakukan countercyclical economic policy tidak ada dikarenakan kondisi APBN yang makin sulit, defisit terus melebar, anggaran negara tekor karena sangat bergantung pada minyak dan batubara serta komoditas.












