Tekanan neraca perdagangan selama Januari-Mei 2013 juga terjadi di negara-negara lain seperti Brasil (defisit sebesar USD 5,4 miliar), Thailand (defisit USD 15,2 milliar), HongKong (defisit USD 30,2 miliar) dan Jepang (defisit USD 49,5 miliar). Sedangkan China dan Korea Selatan masih mengalami surplus pada periode tersebut.
Kinerja Ekspor Ekspor bulan Mei 2013 turun sebesar 4,5% (YoY). Secara kumulatif ekspor Januari-Mei 2013 mencapai USD 76,2 miliar atau mengalami penurunan sebesar 6,5% (YoY). “Penurunan nilai ekspor yang terjadi pada periode Januari-Mei 2013 dipicu oleh belum membaiknya harga beberapa komoditas ekspor nonmigas Indonesia di pasar internasional,” jelas Wamendag.
Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan total volume ekspor nonmigas sebesar 15,7%,sementara nilainya turun 2,3% selama periode tersebut. Beberapa produk Indonesia yang mengalami fenomena serupa antara lain bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet, mesin-mesin/pesawat mekanik dan berbagai produk kimia.
Negara tujuan ekspor nonmigas yang memiliki pencapaian nilai ekspor terbesar selama Januari-Mei 2013 secara berurutan adalah China dengan nilai sebesar USD 8,6miliar, Jepang (USD 6,8 miliar), Singapura (USD 6,3 miliar), Amerika Serikat (USD 5,7miliar), India (USD 4,6 miliar), Malaysia (USD 3,2 miliar), Korea Selatan (USD 2,6 miliar), Thailand (USD 2,3 miliar), Taiwan (USD 1,6 miliar), serta Belanda (USD 1,6 miliar). Sepuluh pasar ekspor utama tersebut berkontribusi sebesar 69% dari total ekspor nonmigas. Nilai ekspor ke beberapa negara yang nilainya mengalami kenaikan yang signifikan adalah Amerika Serikat dengan kenaikan mencapai USD 540,5juta. Disusul urutan berikutnya yaitu India, Singapura, Belanda, VietNam, Thailand, Turki, Mesir, Rusia, dan Italia yang mengalami kenaikan sebesar USD 17,4 juta sampai dengan USD 444,5 juta.













