Ke depan, perusahaan ini berencana melakukan penetrasi pasar ke Afrika Timur dan Afrika Selatan.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan PT PI Adrian Perdana merinci lima pabrik yang dikelola memiliki kapasitas produksi mencapai 9,3 juta MT/tahun.
Produk yang dihasilkan antara lain urea, NPK, gypsum dan ALF3. Untuk produk urea, salah satu pasar ekspor di kawasan Asia Tenggara yang belum dapat ditembus adalah Thailand.
Produk potensial ekspor lainnya adalah gypsum sebagai bahan baku semen, bata ringan, dan eternit.
Sehubungan over supply gypsum, diharapkan dapat dibantu akses pasar untuk produk ini.
Merespon paparan dari perusahaan, Kepala Indonesian Trade Promotion Center Osaka Dicky Farabi menginformasikan perihal inquiry produk pupuk dan akan berkoordinasi secara langsung dengan PT PI.
Atase Perdagangan Malaysia Deden Muhammad mengapresiasi semangat perusahaan mengekspor produk berbasis bahan kimia ini.
Ia mengatakan saat ini Malaysia banyak mengimpor bahan kimia untuk industri keramik.
Sinergi akan dilakukan dengan perusahaan produsen di Indonesia.
“Malaysia mengimpor aluminium oksida yang sebagian besar digunakan oleh industri keramik, dan masih terdapat inquiry dari perusahaan keramik Malaysia yang memerlukan bahan alumina dan akan ditindaklanjuti langsung dengan perusahaan terkait,” jelasnya.














