Melalui pendekatan ini, biochar dan Juncao Grass diposisikan sebagai instrumen strategis untuk:
Mengamankan wilayah pascabencana dari degradasi berulang, erosi, dan potensi konflik sosial.
Menyerap tenaga kerja masyarakat korban bencana secara cepat, produktif, dan bermartabat.
Membangun cadangan strategis biomassa nasional yang mendukung ketahanan energi, pangan, dan pengelolaan karbon.
Mengakhiri pola bantuan habis pakai, dengan menggantikannya menjadi aset produktif yang dikelola dan dimiliki masyarakat. “Pendekatan ini sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan dan transisi hijau, namun tetap berpijak pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Negara hadir bukan hanya memberi bantuan, tetapi membangun fondasi ekonomi yang bertahan lama,” ujar Rudi.
Prinsip Cepat, Terukur, dan Berdaulat
Program Biochar–Juncao Grass Complex dirancang untuk dijalankan dengan prinsip cepat, terukur, disiplin, dan berdaulat, dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama, didukung oleh pemerintah, asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan terkait.“DNIKS menilai, pendekatan ini dapat menjadi model nasional dalam penanganan pascabencana yang tidak hanya fokus pada rehabilitasi fisik, tetapi juga membangun ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara simultan,” pungkas Rudi.***














