JAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan mengeluarkan pernyataan sikap tegas berjudul “Potong Satu Generasi: Bersihkan Pemerintahan Militer dari Warisan Orde Baru dan Pecat Semua Pejabat Rezim Dinasti!”.
Dalam pernyataan tersebut, organisasi mahasiswa ini mengecam keras dominasi generasi tua yang dianggap menghambat reformasi dan demokrasi pasca-1998.
Tuntutan Revolusioner dan Kritik terhadap Rezim Jokowi
Ketua GMNI Jakarta Selatan, Deodatus Sunda, menyatakan bahwa Indonesia tidak akan maju selama elit politik dan militer masih dikuasai oleh tokoh-tokoh warisan Orde Baru yang korup dan otoriter.
“27 tahun reformasi, kita justru melihat pengkhianatan terhadap nilai-nilai demokrasi. Jokowi, yang diharapkan membawa perubahan, malah membangun dinasti politik dan melemahkan institusi anti-korupsi seperti KPK,” tegas Dendy.
GMNI Jakarta Selatan menilai pemerintahan saat ini telah gagal mewujudkan janji reformasi, dengan indikasi:
– Pelemahan KPK melalui revisi UU yang mengurangi independensinya.
– Represi terhadap kebebasan berpendapat dan kriminalisasi aktivis.
– Oligarki ekonomi yang menguasai proyek-proyek strategis.
– Pelanggaran hak-hak rakyat kecil, termasuk penggusuran dan ketimpangan agraria.












