Yang kedua, lanjut Addin, pada bulan Juni atau Juli Ansor akan memulai pembangunan Gedung Ansor setinggi 8 lantai.
“Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar,” ujarnya.
Sedangkan yang ketiga, “Kita juga akan launching penerbitan buku ‘Membangun Mata Rantai Cita-Cita Bangsa, Mengintegrasikan Logistik Perdesaan dan Rantai Pasok Pangan’. Ini menandakan bahwa yang Ansor lakukan bukan samata-mata hanya bicara, tetapi apa yang sudah kita susun menjadi pintu pergerakan bangsa, menjadi pintu pergerakan kita. Ini ada landasan dan konsep yang kuat sehingga bisa menjadi lebih utuh dan komprehensif,” jelasnya.
Lebih jauh Addin menegaskan bahwa Nusantara harus dijaga bersama.
“Nusantara harus kita jaga karena nu artinya nutrisi, yang diperlukan oleh tubuh. Kemudian san-nya adalah sanitasi. Maka seluruh kader-kader Ansor harus menjaga kebersihan lingkungan, mengolah limbah, agar kita senantiasa terjaga dari berbagai macam penyakit. Tar-nya tanah subur. Kesuburan tanah harus dijaga terus menerus. Dan, a-nya adalah air yang juga harus dijaga,” papar Addin.
Secara khusus Addin berpesan kepada para pengurus PW Ansor DIY, untuk tidak pernah bermimpi menjadi bintang tetapi awan.
“Kepada teman-teman PW DIY, jangan pernah bermimpi menjadi bintang tetapi bermimpilah menjadi awan di mana awan menutupi seluruh bintang-bintang yang ada, dan dari awan itu kemudian menurunkan air hujan untuk kesuburan tanah kemudian menumbuhkan pangan-pangan, dan memakmurkan desa-desa. Jadi janganlah bermimpi menjadi bintang karena dia tempo-tempo muncul, tempo-tempo tenggelam. Tetapi bermimpilah jadi awan,” tandas Addin















