JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan laba Rp149,75 miliar (Rp32,52 per saham) pada kuartal I 2025, melonjak 45,82% jika dibandingkan Rp102,69 miliar (Rp22,30 per saham) pada periode sama 2024.
Menurut laporan keuangan per 31 Maret 2025 yang diumumkan di Jakarta, Senin (05/5/2025), penjualan konsolidasi HRTA melambung 68.96% menjadi Rp6,78 triliun pada kuartal I 2025, dari Rp4,02 triliun pada kuartal I 2024.
Penjualan HRTA selama Januari-Maret 2025 didominasi oleh penjualan perhiasan dan logam mulai di pasar lokal (Grosir) yakni sebesar Rp5,54 triliun atau sekitar 82,06% dari total pendapatan. Adapun penjualan di pasar lokal (Toko) menyumbang Rp1,16 triliun, dan ekspor hanya mengkontribusi Rp46 miliar.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan (BPP) HRTA juga meningkat 71,68% menjadi Rp6,44 triliun pada kuartal I 2025, dari Rp3,75 triliun pada kuartal I 2024. Laba kotor emiten manufaktur dan perdagangan emas itu tumbuh 32,65%% jadi Rp343,05 miliar pada kuartal I 2025, dari Rp258,61 miliar pada kuartal I 2024.
Setelah dikurangi beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan emiten perdagangan emas beraset Rp6,39 triliun per Maret 2025 itu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp192,51 miliar pada kuartal I 2025, melejit 44,71% dibandingkan Rp133,02 miliar pada kuartal I 2024.














