JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengapresiasi berbagai terobosan yang sudah dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) selama 100 hari ini.
Menurutnya, banyak kebijakan yang berpihak kepada anak dan guru sehingga pembelajaran sekolah semakin kondusif.
Hetifah Sjaifudian berharap berbagai program baik ini terus dilanjutkan terutama dengan memprioritaskan persoalan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah yang terdampak bencana.
“Sesuai dengan mandat konstitusi untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN, besar harapan Kemendikdasmen yang mendapatkan alokasi anggaran 33,5 triliun di tahun 2025 dapat memanfaatkannya dengan baik untuk kemajuan pendidikan Indonesia,” ungkap Hetifah.
Dalam Rapat Kerja Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI, Abdul Mu’ti memamparkan berbagai capaian dan terobosan kebijakan yang dilakukannya setelah menjabat selama 100 hari.
Dibawah kepemimpinan Abdul Mu’ti, Kemendikdasmen setidaknya memiliki enam program prioritas, yaitu: penguatan pendidikan karakter; wajib belajar 13 tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan; peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraaan guru; pengembangan talenta dan prestasi; pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan; dan pembangunan kebahasaan dan kesastraan.















