JAKARTA-Kalangan DPR mendesak Holding BUMN Pangan, ID food atau Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) harus mampu melawan para mafia pangan.
Karena selama ini para mafia pangan selalu mendorong terjadinya aksi impor.
“Saya minta Holding BUMN pangan ini harus menjadi lokomotif produsen pangan nasional. Sehingga bisa menekan para mafia,” kata Anggota Komisi VI DPR, I Nyoman Parta saar ditemui wartawan usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Holding BUMN Pangan yakni ID Food di Jakarta, Rabu (15/6/2022).
Lebih jauh Parta-sapaan akrabnya membeberkan sejumlah data-data, bahwa negeri sengaja dibikin kecanduan impor oleh para mafia pangan, baik itu garam, gula hingga daging sapi dan kerbau.
“Seperti yang kita ketahui negeri ini ketergantungan terhadap impor pangan,” tegasnya.
Dari laporan terungkap, nilai impor terus mengalami kenaikan, misalnya kebutuhan nasional soal Garam, pada 2021 sebesar 3 juta ton dan pada 2022 tetap sebesar 3 juta ton.
Lalu, impor gula, pada 2021 sebesar 3,78 juta ton dan pada 2022 melonjak menjadi 4,37 juta ton.
Begitupun dengan impor daging sapi dan kerbau, yakni pada 2021 sebesar 284.277 ton dan pada 2022 sedikit turun menjadi 266.065 ton.
“Harapan saya, BUMN Holding pangan ini bisa menjadi penghasil pangan yang bisa diandalkan untuk mampu mengurangi dominasi impor,” ungkap anggota Fraksi PDIP.














