Legislator dari Pulau Dewata ini mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui PP No 118/2021 yang membuat trobosan baru, yakni dengan melakukan konsolidasi perusahaan-perusahaan BUMN pangan dan kemudian menjadikan RNI sebagai Holding BUMN Pangan.
“PT.RNI bergerak di sektor gula guna menekan banjir impor gula, lalu PT Berdikari yang punya visi menjadi 5 besar perusahan peternakan sapi dan ayam di Indonesia. Tak kalah juga, PT Garam yang punya visi menjadi produsen garam terbesar yang paling menguntungkan indonesia,” paparnya.
Menurut Parta, perusahan-perusahan Holding pangan diatas mengajukan usulan PMN sekitar Rp4.6 Triliun untuk mengembangkan usahannya.
“Saya berharap dengan dana PMN yang diajukan perusahan ini ke depannya bisa mengurangi dominasi gula, garam dan daging impor yang setiap tahunnya terus bertambah,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengaku Holding BUMN Pangan yakni ID Food meminta alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun anggaran 2023 sebesar Rp4,6 Triliun.
Dana tersebut diperuntukkan untuk mendanai investasi hingga perbaikan struktur keuangan anggota Holding.
Di antaranya terdiri dari PMN tunai sebesar Rp 2 triliun dan PMN non tunai sebesar Rp 2,6 triliun.














