“Pada tahun 2023 ID Food mengajukan dua penyertaan modal negara yaitu PMN tunai dan non tunai,” ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI, Rabu (15/6/2022).
Di mana PMN tunai sebesar Rp 2 triliun diperuntukkan untuk mendanai investasi dan modal kerja di anggota holding.
PMN tunai juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan efisiensi, serta meningkatkan kemampuan produksi.
Sementara, PMN Non tunai sebesar Rp 2,6 yang terdiri dari RDI/SLA untuk memperbaiki struktur keuangan terutama dari sisi Debt to Equity Ratio agar memberikan advantages ke sisi perbankan.
Adapun, menurutnya pemerintah menugaskan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) selaku Holding BUMN Pangan untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia melalui program pemenuhan ketersediaan pangan peningkatan mutu, keterjangkauan harga dan keberlanjutan.
Termasuk di dalamnya peningkatan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, serta kolaborasi untuk operasional yang bertujuan untuk pasar ekspor.
Seperti diketahui, Holding BUMN Pangan sendiri resmi diluncurkan pada Rabu (12/1) oleh Menteri BUMN Erick Thohir di kawasan Kota Tua, Jakarta.
“Peluncuran holding pangan dengan merek ID Food ini bukan hanya ganti logo, tapi harus dipastikan ekosistem yang ada di BUMN mengenai rantai pasok antara grup pangan BUMN harus bisa diperbaiki dan ditingkatkan,” kata Erick.














