JAKARTA – Bank IBK Indonesiayang menutup akhir tahun 2024 dengan pencapaian kinerja yang konsisten.
Bank IBK Indonesiaberhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 17,76% secara year on year (YOY) menjadi Rp215,85 miliar.
Pendapatan bunga bersih tercatat tumbuh 19,28% menjadi Rp581,24 miliar secara year to date.
Kenaikan pendapatan bunga bersih ini berdampak pada peningkatan Net Interest Margin (NIM) dari 2,41% menjadi 3,09% secara YOY.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Bank IBK Indonesia mampu menghasilkan pertumbuhan yang stabil baik dari segi bisnis, kesehatan dan profitabilitas.
Bank IBK Indonesia berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 5,78% dari Rp8,89 triliun pada Desember 2023 menjadi Rp9,41 triliun pada Desember 2024.
Sejalan dengan hal ini, rasio pertumbuhan kredit yang cukup mengesankan di Desember 2024 sebesar 24,7% jauh di atas rata-rata industri perbankan yang tercatat sebesar 10,5 % pada periode yang sama.
Kualitas kredit tetap terjaga meski NPL Gross tercatat naik 0,48% menjadi 1,96%, dan NPL Net meningkat 0,36% menjadi 1,31%.
Meskipun demikian, kualitas kredit Bank IBK Indonesia tetap terbilang baik karena NPL jauh di bawah threshold sebesar 5%.
Direktur Utama Bank IBK Indonesia, Oh In Taek menyatakan, secara year on year (YOY) rasio kecukupan modal (CAR) turun dari 48,04% menjadi 39,74% dan pertumbuhan modal inti mencapai 3,68% dari sebelumnva Rp5,30 triliun meniadi Rp5,49 triliun.















