JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi untuk melanjutkan proses pelemahan jangka pendek, setelah di akhir pekan lalu ditutup terkoreksi sebesar 1,34 persen ke level 7.086.
Menurut analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, saat ini para pelaku pasar tengah mengkhawatirkan potensi kenaikan lanjutan pada suku bunga Federal Reserve AS dan peningkatan harga energi dan pangan akibat konflik Rusia-Ukraina.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG berpotensi bergerak melemah, dengan rentang pergerakan di level 7.015-7.156,” kata Nico Demus dalam riset harian untuk perdagangan Senin (13/6).
Dia mengatakan, laju inflasi di AS yang sebelumnya diperkirakan mengalami penurunan justru tercatat kembali meningkat menjadi 8 persen.
“Ada potensi yang lebih besar bagi The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunganya lebih tinggi,” tegasnya.
Selain itu, lanjut dia, sentimen negatif di pasar saham domestik juga bersumber dari global, yakni terkait konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah memicu krisis pangan dan energi.
“Rusia dan Ukraina merupakan produsen migas dan pangan yang berkontribusi besar di tingkat global, sehingga pengetatan pasokan memberikan kekhawatiran bagi negara importir,” papar Nico Demus.













