JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham hari ini diperkirakan bergerak di area positif. Memulai tahun 2025, NHKSI RESEARCH menargetkan IHSG akhir tahun di kisaran 7.400-7.500.
Menurut NHKSI RESEARCH dalam laporan riset Jumat (03/1/2025), IHSG mengawali tahun ini dengan catatan positif pada Kamis (02/1/2025) dengan reli sebesar 1,18%. Ini didorong oleh sektor Energi dan sektor Properti.
Dengan valuasi pasar saham global yang meroket pada tahun 2024, bisa jadi banyak investor merasa tidak nyaman untuk menginvestasikan lebih banyak uang di saham hari ini. Namun, ini tidak terjadi pada IHSG yang justru terkoreksi 2,65% tahun lalu.
NHKSI RESEARCH berpendapat bahwa yang mungkin ditunggu oleh para pelaku pasar ekuitas Indonesia adalah kemungkinan terjadinya January Effect, yaitu reli saham pada bulan pertama tahun baru.
Perdagangan minggu ini yang masih penuh dengan nuansa liburan mungkin masih lambat, tetapi bisa mulai menentukan nada untuk barometer Januari, yang (konon) dapat menentukan tren keseluruhan indeks setahun ke depan.
Untuk perdagangan Jumat (03/1/2025), NHKSI RESEARCH merekomendasikan “beli” saham emiten perbankan. Saham BBCA ditargetkan naik ke harga Rp11.500 per lembar. Saham BBRI ditargetkan naik ke harga Rp5.550 per unit. Saham BBNI kemungkinan naik ke harga Rp6.125 per lembar dan saham BMRI diperkirakan naik ke harga Rp7.775 per lembar.













