Namun kita juga harus membaca tentang dilema bursa kita yang masih dangkal karena belum banyaknya minat investor. Dan inilah tantangan BEI, tantangan para emiten yang hendak mencari modal. Kalau faktanya minat investor di BEI masih kecil, lalu di baca sebagai pengendalian saham oleh segelintir investor, saya kira perlu hati hati menafsirkan soal itu.
Justru saya mendorong perlu lembaga pembanding untuk men-challenge laporan MSCI. Hal itu penting agar investor global tidak di suguhi “kebenaran tunggal”. Bukankah dalam dunia bisnis praktik second opinan itu sangatlah wajar, dan kita memerlukan itu saat ini, agar semakin memberikan kejernihan bagi investor di bursa saham Indonesia, agar advisory benar benar advisory untuk membangun market yang sehat, bukan bagian dari sindikasi aksi goreng saham.
*) Ketua Badan Anggaran DPR RI














