“Kami akan mengeluarkan kebijakan pro-rakyat, pro-anak muda, dan pro-warga Depok. Salah satunya adalah aturan bahwa setiap pelaku usaha di Depok wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal,” ujar Imam.
Lebih lanjut, Imam mengungkapkan komitmennya untuk memperluas kesempatan kerja baik di dalam maupun luar negeri bagi warga Depok.
“Kami akan mendukung program pelatihan kerja untuk menyiapkan warga Depok agar lebih kompetitif di pasar kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Selain itu, Imam berencana melanjutkan program penciptaan lapangan usaha dengan menargetkan 5.000 pengusaha baru dan 1.000 pengusaha perempuan di Depok.
Ia berharap program ini dapat mengurangi angka pengangguran serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Kami ingin warga Depok tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi juga pencipta lapangan kerja. Dengan begitu, kita bisa memperkuat ekonomi kota dan mendorong warga untuk mandiri secara finansial,” tutup Imam














