Osaka merupakan salah satu prefektur penting di Jepang yang menyumbangkan GDP sebesar 383 miliyar dollar atau 7,6% dari GDP Jepang dan 44% dari GDP Indonesia. Selain itu, Osaka juga merupakan tempat beroperasinya lebih dari 41.000 kluster industri manufaktur dan SMEs dengan reputasi nomor satu di Jepang. “Sektor manufaktur Osaka memberikan kontribusi sebesar 16% dari GDP Osaka atau menduduki peringkat ketiga setelah bidang jasa (service) dan perdagangan (whole sale and retail), selain itu Industri-industri Osaka juga unggul dalam menangani permasalahan kelestarian lingkungan dan pengembangan energi terbarukan (renewable industry),” tegas Wamenperin.
Saat ini, misi yang dibawa pemerintahan Osaka dibagi menjadi dua kelompok: (1) kelompok yang mengunjungi Kementerian Perindustrian dipimpin oleh Gubernur Osaka Mr. Ichiro Matsui, diikuti oleh Assistant Director General Masayuki Tohda sebagai, Director Hiroyuki Baba, Secretary of Governor Takeshi Niwa dan staff Rie Yamada; (2) kelompok perusahaan di bidang energi dan diikuti oleh 10-15 perusahaan yang bergerak di bidang penghematan energi.
Sementara iu, Dirjen KII Agus Tjahajana secara spesifik menjelaskan, tawaran kerjasama dari Pemerintahan Osaka berupa Application of LED Lighting berupa investasi LED untuk semua lampu untuk penerangan jalan, Energy Saving Company (ESCO), dan Kansai Innovation Comprehensive Global Strategic Special Zone. “Diharapkan mereka bisa memberikan kerjasama agar perusahaan yang bergerak di bidang tersebut dapat bertukar pengalaman, karena kita harus terus meningkatkan level kompetensi agar bisa menghemat pemakaian energi dan berdampak pada berkurangnya polusi yang dihasilkan dalam pemakaian energi”.













