Salah satu alasan diselenggarakannya FGD ini adalah sebagai upaya konsolidasi antar-pemangku kepentingan agar Indonesia dapat meningkatkan kesiapan dan daya saing. Kegiatan itu sekaligus merupakan upaya untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana memetakan gambaran dampak dan tantangan FTAAP yang baru akan terwujud bagi perdagangan dan kemajuan ekonomi Indonesia, memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna mengindentifikasi kesiapan dan strategi Indonesia dalam menghadapi FTAAP, serta merumuskan rekomendasi bagi posisi Indonesia dalam pembahasan rencana pembentukan FTAAP. “Dengan pertimbangan tersebut, Indonesia perlu menentukan posisi dan mendapatkan rekomendasi dari stakeholders yang meliputi seluruh lini dalam menghadapi FTAAP. Perlu dilihat bagaimana dampak serta peluangnya bagi perdagangan dan investasi Indonesia,” imbuh Bachrul.
Bachrul menuturkan bahwa Tiongkok selaku tuan rumah APEC 2014 berencana menjadikan FTAAP sebagai salah satu deliverables utama APEC 2014 dengan pengesahan roadmap dan feasibility study. Berkaitan dengan hal ini, strategi Indonesia perlu lebih dimatangkan.













