Fiberglass yang merupakan produk non-migas juga diekspor ke pasar regional dan global. Untuk itu, komponen-komponen peraih devisa perlu diakselerasi untuk menopang stabilitas ekonomi dalam negeri.
Guna memanfaatkan peluang untuk ekspansi pasar di ASEAN dan global, Kementerian Perindustrian senantiasa memfasilitasi segala kebutuhan dunia industri, utamanya terkait dengan pengembangan dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), peningkatan kompetensi SDM, optimalisasi penggunaan produk dalam negeri pada proyek Pemerintah serta promosi kemampuan industri dan investasi.
Komponen
ORI Polytec merupakan produsen beragam pipa untuk aneka kebutuhan termasuk pipa air bersih dan limbah. Sebanyak 70 persen produk ORI diserap oleh pasar dalam negeri sedangkan sisanya dikapalkan ke luar negeri.
Pada saat dikunjungi Menperin, para pekerja tengah mengerjakan pipa antara lain pesanan Pertamina EP, proyek panas bumi Ulu Belu, Lampung yang digarap oleh BUMN PT Rekayasa Industri dan Fuji Electric asal Jepang, serta pipa untuk pabrik amonia milik Panca Amara Utama anak perusahaan PT Surya Esa Perkasa Tbk di Luwu, Sulawesi Tengah. “Kami juga memproduksi panel interior untuk kokpit Boeing 787 Dreamliner, partisi dan komponen pintu kereta cepat Shinkansen,” kata Direktur ORI Polytec Alwin Cipto. Perusahaannya memiliki kapasitas produksi saat ini sekitar 7.500 ton per tahun dengan empat unit pabrik yaitu di Tangerang dan 3 unit di Cikarang.














