Selain didukung oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat serta meningkatnya ekspor sektor industri, meningkatnya kembali investasi di sektor industri menyebabkan tetap terjaganya kinerja sektor industri manufaktur hingga saat ini. Tercatat, pada Januari-September 2013 nilai investasi PMDN sektor industri mencapai Rp 38,29 triliun atau meningkat sebesar 0,47% dari periode yang sama tahun 2012. Investasi sektor industri memberikan kontribusi sebesar 40,68% dari total investasi PMDN. Sementara itu, nilai investasi PMA sektor industri mencapai US$ 12,43 milyar atau meningkat sebesar 44,62% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Investasi sektor industri memberikan kontribusi sebesar 58,62% dari total investasi PMA pada periode Januari-September 2013. Selain investasi, pertumbuhan ini juga tidak lepas dari meningkatnya kegiatan produksi di sektor industri manufaktur. Dicapainya pertumbuhan industri non migas sebesar 6,22% hingga triwulan III- 2013 didukung oleh kinerja pertumbuhan sebagian besar kelompok Industri Non Migas, yang mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. “Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kelompok Industri Logam Dasar Besi dan Baja yang mencapai pertumbuhan sebesar 10,3%, diikuti oleh kelompok Industri Alat Angkutan, Mesin dan Peralatannya yang tumbuh sebesar 10,04%, lalu kelompok Industri Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya yang mencapai pertumbuhan sebesar 8,20%, dan kelompok Industri Tekstil, Barang Kulit dan Alas kaki sebesar 6,02%,” paparnya.













