“Ekspor kita ke luar negeri memang melambat. Tapi kita bersyukur, perdagangan antar daerah, dari Jawa Timur ke provinsi lain di Indonesia mengalami peningkatan,” katanya.
Gus Ipul menambahkan, ada beberapa sektor utama yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jatim yakni, industri pengolahan berkontribusi 29 persen. Perdagangan 17 persen dan pertanian 13 persen. Tapi ada beberapa kendala yang harus diselesaikan, agar ekonomi di Jatim ke depan tetap kuat.
“Masalah utama kita adalah daya saing. Di bidang industri misalnya, perlu ada revitalisasi mesin. Pada umumnya, industri besar maupun kecil menggunakan mesin-mesin yang sudah kedaluwarsa, sehingga packaging kurang menarik dan bisa kalah bersaing dengan produk lain,” paparnya.
“Ke depan, kita akan menggenjot realisasi investasi. Makanya pak gubernur berkeliling (ke negara lain) untuk menggaet investor,” jelasnya.
Gus Ipul optimis, pertumbuhan ekonomi di Tahun 2017 akan mengalami peningkatan hingga menembus 5,7 persen. “Sekarang pertumbuhan ekonomi kita 5,5 persen. Ke depan kita targetkan 5,7 persen. Yang diperlukan ada penambahan investasi hingga Rp 150 triliun. Kalau investasi naik, maka akan membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi,” harapnya.















