Pada tahun 2012, Produksi buah-buahan di Indonesia cukup tinggi yaitu 61,5 juta ton dengan ekspor sebesar 43,8 juta ton. Namun, jumlah ini masih kalah bersaing dengan masuknya buah impor yang lebih banyak terserap pasar Indonesia dengan nilai sebesar 785,5 juta ton. (BPS,2012).
Untuk itu, dalam waktu 2 tahun menuju AEC 2015, IGJ mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera membangun industrialisasi nasional yang menekankan pada demokrasi ekonomi Indonesia dan bukan pada liberalisasi ekonomi. Harus ada pembatasan kepemilikan asing disektor-sektor strategis nasional.
Dalam agenda hilirisasi, Pemerintah telah menetapkan tiga sektor prioritas pembangunan industrialisasi nasional yang akan terintegrasi di dalam ASEAN, yaitu industri berbasis hasil tambang, industri berbasis pertanian, dan industri berbasis SDM dan Pasar Domestik
 Ket:
Industri Primer: 2012 – Rp.109,5 Triliyun (PMA) ; Rp.49,8 Miliar (PMDN). 2013 – Rp.42,3 Triliyun (PMA); Rp.10.9 Miliar (PMDN)
Industri Sekunder: 2012 – Rp.63,8 Trilyun (PMA) ; Rp.21,9 Miliar (PMDN). 2013 – Rp. 7,5 Triliyun (PMA); Rp.9,3 Miliar (PMDN)













