JAKARTA – Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto Wan Iqbal memaparkan beberapa faktor kunci kenaikan harga Bitcoin (BTC) yang telah melampaui 100 ribu dolar Amerika Serikat (AS) sekitar Rp1,58 miliar.
“Pertama, pengurangan pasokan Bitcoin melalui proses halving mengurangi imbalan bagi penambang, menciptakan kelangkaan pasokan yang memicu tekanan beli. Selain itu, arus masuk dana institusional yang luar biasa besar lebih dari 31 miliar dolar Amerika Serikat (AS) arus masuk bersih tercatat di ETF (Exchange-Traded Fund) Bitcoin di AS yang menunjukkan bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai aset investasi jangka panjang,” ucapnya dalam keterangan resmi seperti dikutip ANTARA di Jakarta, Sabtu (7/12).
Di sisi regulasi, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS dan penunjukan tokoh pendukung kripto seperti Paul Atkins untuk menggantikan Gary Gensler sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS memberikan sinyal positif bagi industri kripto, mengurangi ketidakpastian, dan mendorong lebih banyak investor untuk terlibat.
Lebih lanjut, dia menilai peningkatan harga BTC yang sudah menyentuh 100 ribu dolar AS mencerminkan pertumbuhan minat berkelanjutan terhadap aset digital ini.
“Fenomena ini diperkirakan akan tercermin di pasar Indonesia, di mana investor ritel terdorong oleh fenomena FOMO (Fear of Missing Out),” ujar Wan Iqbal.













