ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Nasional Opini

Investasi Sehat, Keuangan Kuat  

gatti Reporter : gatti
30 Jan 2025, 6 : 19 PM
3k 126
0
Afifa - CEO & President Director MAMI

Afifa - CEO & President Director MAMI

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

Oleh: Afifa 

Dimotori kemajuan digitalisasi, investor-investor muda Indonesia kini menikmati mudahnya akses dalam mendapatkan informasi dan berinvestasi.

Jumlah investor pasar modal Indonesia meningkat tajam.

BacaJuga :

Antara Persatuan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Demokrasi Kita: Mimpi yang Belum Sempurna

Scroll untuk lanjutkan membaca.

Dalam 4 tahun terakhir saja, pasar modal Indonesia menggaet lebih dari 10 juta investor baru (sumber: KSEI, Desember 2024), menggerakkan angka 3,9 juta di akhir 2020 ke 14,9 juta investor di Desember 2024.

Kini, domisili investor baru di Indonesia tidak lagi terpusat di Jawa, tetapi juga tersebar ke pulau-pulau lainnya.

Dengan basis 3,9 juta investor, di akhir 2020 pulau Jawa memiliki 72% investor pasar modal Indonesia.

Sementara itu hingga Desember 2024 dari total 14,9 juta investor, hanya 69,4% investor pasar modal Indonesia berdomisili di Jawa.

Artinya ada lebih dari 3,4 juta investor pasar modal baru datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTT, serta Papua. Data KSEI juga menyatakan lebih dari 70% dari total investor Indonesia berinvestasi melalui aplikasi digital.

Terbuka lebarnya akses menuju informasi dan investasi ini merupakan berita gembira, tapi sekaligus menyimpan tantangan tersendiri.

Apakah benar, mereka yang termasuk dalam 14,9 juta tadi adalah investor atau spekulan yang belum memiliki bekal pengetahuan investasi yang cukup?

Afifa, CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyatakan, “Orang-orang muda Indonesia perlu memisahkan dengan cermat antara investasi dan spekulasi. Di tahapan hidup di mana ada begitu banyak tujuan finansial keluarga perlu diwujudkan, kita membutuhkan kesadaran dan pemahaman mengenai perencanaan keuangan yang mantap, agar tak terjerumus ke dalam spekulasi yang justru merugikan”.

Menurutnya, investasi yang sehat membutuhkan strategi jangka panjang untuk membangun kekayaan secara bertahap melalui beragam alternatif investasi.

“Termasuk juga memahami berapa tingkat pertumbuhan yang wajar dari beragam alternatif investasi yang sustainable dan sudah terbukti bertahan melalui beragam krisis.

Misalnya, pasar saham Indonesia yang telah ada sejak 1912, memiliki tingkat return majemuk rata-rata 11,9% per tahun selama 15 tahun terakhir.

Atau Obligasi Ritel Indonesia, menyuguhkan kupon di kisaran 6% – 6,5% per tahun.

Rasanya kecil dibandingkan dengan beberapa alternatif investasi baru yang menjanjikan para investor muda bisa kaya mendadak dalam satu-dua bulan. Inilah kenapa para investor muda Indonesia perlu bersahabat dengan waktu”.

Compounding effect atau efek bunga-berbunga adalah pertambahan kecepatan uang tumbuh yang dapat dinikmati para investor jika mereka mulai berinvestasi sejak dini, sehingga punya waktu panjang sebelum suatu tujuan investasi tercapai.

Contoh, seseorang yang menyisihkan Rp1 juta setiap bulan, atau total Rp12 juta setahun, memang hanya akan menikmati pertumbuhan modal di kisaran hanya ratusan ribu rupiah jika berinvestasi si obligasi atau saham.

Akan tetapi, jika ia tekun dan berkomitmen, dalam 30 tahun investasinya berpotensi tumbuh menjadi sekitar Rp1 miliar melalui obligasi, atau Rp3,4 miliar melalui saham.

Di awal periode investasi, pertumbuhan uang memang terasa lambat.

Akan tetapi, seiring waktu dan modal investasi yang terus menggulung, kecepatan pertumbuhan uang akan terpacu.

“Investasi reguler juga merupakan strategi yang baik bagi para investor muda,” jelas Afifa.

“Tekun berinvestasi secara rutin. Hindarilah perilaku spekulan yang keluar-masuk pasar tanpa keterampilan teknis yang cukup dan hanya mengikuti influencer di media sosial demi tergiur keuntungan besar dalam waktu singkat.

Selain nyaman bagi mereka yang punya pendapatan bulanan seperti karyawan dan tak membutuhkan kemampuan investasi tinggi, investasi reguler juga punya keuntungan dari sisi pertumbuhan investasi dan pengendalian risiko fluktuasi.

Mereka yang berinvestasi secara reguler akan memiliki lebih banyak unit investasi (misalnya lembar saham) pada harga perolehan murah, dan sedikit unit investasi pada harga perolehan mahal. Ketika pasar saham bergerak naik, saham yang diperoleh pada harga murah memberikan laba lebih tebal.

Ketika pasar saham terkoreksi turun, saham yang diperolah pada harga murah menjadi tameng karena kerugiannya lebih tipis”.

Cara lain berinvestasi sehat adalah melalui reksadana.

“Beda dengan berinvestasi secara langsung di saham atau obligasi, ketika kita berinvestasi di reksadana, uang kita dikelola oleh Manajer Investasi berpengalaman. Reksadana adalah portofolio investasi yang terdiri dari sekumpulan saham atau sekumpulan obligasi yang dipilih dengan hati-hati, lalu dikelola setiap hari untuk memberikan pertumbuhan optimal pada tingkat risiko terkendali. Investor juga dapat memilih reksadana yang sesuai dengan ekspektasi pertumbuhan dan kemampuannya menanggung risiko fluktuasi. Ada reksadana saham yang agresif, reksadana obligasi, reksadana campuran, sampai reksadana pasar uang yang sangat stabil. Di MAMI, kami juga memiliki beragam reksadana yang memberikan dividen rutin,” jelas Afifa.

Reksadana mulai dikenal di Indonesia sejak 1995, walaupun sebenarnya sudah ada sejak 1976, dan telah mendampingi 14 juta investor Indonesia mewujudkan tujuan keuangannya (KSEI, Desember 2024).

Salah satu keunggulan reksadana adalah bukan objek pajak, artinya seluruh keuntungan yang didapat investor sudah bersih dari potongan pajak.

Sebagai penutup, Afifa mengajak para investor untuk selalu membekali diri dengan informasi yang lengkap, menguasai teknik berinvestasi yang dibutuhkan, serta selalu bijak saat ingin berinvestasi di instrumen investasi apa pun.

Pastikan juga kita tak sekedar silau dengan potensi keuntungan, tetapi memperhitungkan potensi risiko dari alternatif pilihan kita.

 

Penulis adalah CEO & President Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia di Jakarta

Tags: Afifaeksadana pasar uangobligasireksadanareksadana campuranreksadana obligasirisiko fluktuasi
Share1290Tweet806SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Jumlah Investor Saham di Bali Naik 22,25%

Berita Selanjutnya

BBNI Salurkan Kredit ke WIFI Sebesar Rp978 Miliar

Berita Terkait

Antara Persatuan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Opini

Antara Persatuan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

10 Jan 2026, 10 : 16 PM
Menata Pemilu dan Menimbang Perubahan Konstitusi
Nasional

Demokrasi Kita: Mimpi yang Belum Sempurna

6 Jan 2026, 9 : 17 PM
Kritik Terbuka untuk Kadis Very Awales
Nasional

Buta Tugas di Tengah Krisis Literasi: Kritik Terbuka untuk Kadis Very Awales

4 Jan 2026, 1 : 11 PM
Polisi Bunuh Diri Meningkat Tiga Kali Lipat
Nasional

Catatan Akhir Tahun 2025 IPW (Bagian II)

31 Des 2025, 8 : 09 PM
Polisi Bunuh Diri Meningkat Tiga Kali Lipat
Nasional

Catatan Akhir Tahun IPW 2025 (Bagian I)

31 Des 2025, 7 : 55 PM
Hasto Tersangka, TPDI: KPK Menjadi Alat Politik   
Nasional

SP3, Bukti KPK  Dirusak Oleh Internal

29 Des 2025, 3 : 34 PM
Berita Selanjutnya
‘Doping’ Mempertahankan Kurs Rupiah Gagal Total

BBNI Salurkan Kredit ke WIFI Sebesar Rp978 Miliar

Awal Perdagangan, IHSG Naik Kembali Tembus Level 7.000

Merosot 1,3%, IHSG Ditutup di Level 7.073,478

Unhook Sky Khadafi

CBA: KPK Perlu Menyelidiki Pembelian Mobil Mewah Kemensos

Berita Populer

  • DNIKS Minta Presiden Prabowo Prioritaskan Program Kesejahteraan Sosial Pada 2026

    DNIKS Minta Presiden Prabowo Prioritaskan Program Kesejahteraan Sosial Pada 2026

    3267 shares
    Share 1307 Tweet 817
  • Tambah Investasi, Bos SOLA Serok 250.000 Saham Perseroan di Harga Rp121 per Unit

    3250 shares
    Share 1300 Tweet 813
  • Tambah Kepemilikan, Direktur EXCL Borong 30.000 Saham Perusahaan

    3249 shares
    Share 1300 Tweet 812
  • Karya Permata Inovasi Indonesia Divestasi 8,07% Saham Diamond Citra (DADA) Senilai Rp40,2 Miliar

    3248 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • Dalam RUPS Akhir Januari 2026, Multitrend Indo (BABY) Minta Restu Right Issue

    3253 shares
    Share 1301 Tweet 813

Opini

Salemba 50 Tahun, Menegaskan Kembali Peran Pers Kampus yang Netral dan Non-Politis

Salemba 50 Tahun, Menegaskan Kembali Peran Pers Kampus yang Netral dan Non-Politis

14 Jan 2026, 5 : 26 PM
50 Tahun Salemba, Dua Praktisi Media Satukan Tradisi Pers Kampus dan Era Digital

50 Tahun Salemba, Dua Praktisi Media Satukan Tradisi Pers Kampus dan Era Digital

14 Jan 2026, 5 : 05 PM
Bantah Laporan FTSE Russell, BREN Klaim Saham Free Float Capai 11,66%

IHSG Sesi I Naik 0,9% Tembus Level Psikologis Baru 9.000

14 Jan 2026, 2 : 34 PM
ANTM Segera Bagikan Dividen Tunai Final Sebesar Rp 3,08 Triliun

Bos Argha Karya Prima (AKPI) Jual 0,51% Saham Perusahaan Senilai Rp100 Juta

14 Jan 2026, 11 : 22 AM
Awal Perdagangan, IHSG Naik Kembali Tembus Level 7.000

Awal Perdagangan, IHSG Naik 0,59% Tembus Level Pasikologis Baru 9.000

14 Jan 2026, 10 : 33 AM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.