Saham AYAM dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 November 2023. Perseroan menjual sebanyak 800 juta saham dengan nominal Rp25 per saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga perdana saham AYAM sebesar Rp100 per saham sehingga Perseroan berhasil, meraih dana segar sebesar Rp80 miliar.
Berdasarkan prospektus penaaran umum saham perdana atau IPO (initial public offering) Perseroan, sebesar Rp40,63 miliar dana hasil IPO akan digunakan untuk pembelian beberapa bidang tanah di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta.
Selanjutnya, sekitar Rp15,52 miliar untuk pembelian beberapa bidang tanah di Desa Tuksono, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, sekaligus pembangunan fasilitas hatchery atau fasilitas penetasan telur baru.
Adapun sebesar Rp11,53 miliar dana IPO untuk melunasi seluruh utang perseroan kepada entitas anak, PT Janu Putra Abadi (JPA) yang sahamnya dimiliki 20% oleh perseroan.
Sedangkan sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja. (ANES)













