BALI-Pasca penetapan sebagai tersangka dalam kasus hambalang oleh KPK, yang berbuntut pada mundurnya Anas Urbaningrum dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat beberapa waktu lalu menyebabkan partai berlambang mercy ini terlihat gamang.
Proses pergantian Ketua Umum Partai Demokrat hingga saat ini tidak juga dilakukan, padahal disisi tahapan Pemilu telah di depan mata.
Dikalangan internal Partai Demokrat sendiri wacana pemilihan Ketua Umum masih simpang siur, apakah menggelar KLB atau penunjukan langsung oleh Ketua Majelis Tinggi partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhyono (SBY).
Namun jika mengacu pada anggaran Dasar partai Demokrat, mestinya opsi KLB adalah opsi yang harus dilakukan untuk memilih Ketua Baru.
“Saya pikir begini berdasarkan penafsiran hukum dan AD/ART Partai Demokrat harus ada Kongres Luar Biasa. KLB adalah opsi terbaik untuk mengembalikan kepercayaan Publik pada Partai Demokrat,” demikian disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, S.Sos. kepada beritamoneter.com melalui telepon selulernya, Senin (4/3/13).
Dikatakan Mudarta, jika proses pemilihan Ketua baru Partai Demokrat dilaksanakan melalui mekanisme KLB, Bali siap menjadi tuan rumah.
Namun demikian Pernyataan kesiapan ini benar-benar murni untuk keberlangsungan Partai Demokrat, karena sekaligus momentum perbaikan citra Partai Demokrat yang sudah terlanjur negative di mata publik.














