Dia juga mengatakan untuk negara yang masih menghadapi masalah kemiskinan maka harus menyelesaikan persoalan mendasar seperti listrik, air bersih, dan transportasi. “Kita harus memastikan masyarakat hidup di tempat yang bersih, aman, kita harus memastikan kalau pangan juga tersedia dan terjangkau,” tuturnya.
Dan yang paling penting dan paling sulit, lanjut Presiden adalah membangun budaya masyarakat yang terbuka. “Budaya dimana kita tidak hanya bertoleransi terhadap perbedaan tapi juga sungguh-sungguh menghargai perbedaan itu. Kita akan benahi satu per satu dan langkah demi langkah,” kata Presiden.
Sebelumnya Presiden menjelaskan, tantangan di tahun 2016 masih sangat besar. Tahun ini, keuangan dunia menghadapi krisis, serta perdagangan dunia mencapai yang terendah sejak perang dunia ke dua dan serangan teror terjadi di beberapa bagian dunia. “Di era ini, situasi politik di berbagai dunia sangat tidak terprediksi. Di kondisi global seperti ini, kita masyarakat muslim di seluruh dunia, harus menggunakan kekuatan fundamental,” tegas Presiden Jokowi.
Presiden mengatakan masyarakat muslim memiliki demografi yang paling baik dari masyarakat lainnya, dimana usia rata-rata 23 tahun, sementara masyarakat lain 30 tahun. “Keuangan syariah saat ini menjadi industri yang bernilai jutaan dolar, baik dari sisi fashion, kuliner, seni dan arsitektur, memiliki potensi untuk menciptakan ekonomi baru,” jelas Presiden.














