Sementara itu, Ketua F-Partai Gerindra, Martin Hutabarat dukungan pemerintah terhadap penetian-penelitian yang dihasilkan anak muda jarang bisa diadopsi.
Sehingga hanya menjadi milik dunia pendidikan saja.
Menurut Martin, kualitas pendidikan tidak sebanding dengan kualitas pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Padahal tujuan membangun negeri ini, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Usaha membangun kualitas pendidikan yang lebih baik tidak dibarengi dengan kesejahteraan ekonomi,” paparnya.
Martin menilai saat ini orang lebih berorientasi mengejar gelar kesarjanaan saja.
“Oleh karena itu, kita membutuhkan seorang Mendikbud yang kuat gagasan, seperti Daud Yusuf, dia berani melawan paradigma yang kuat saat itu,” pungkasnya. **cea












