“Saya katakan cukup. Untuk momentum ini, kita butuh pemimpin yang harus kerja dan kerja. Buktikan, buktikan. Jangan hanya ngoceh, monyong, ngoceh monyong. Jadi, stop bicara teori yang nggak jelas,” ucapnya.
Karena itu, pintanya pemilu dan pilkada sejenis harus dipandu oleh rasionalitas, hati yang bersih dan komitmen kenegaraan yang jelas.
“Ini komitmen itu untuk diri kita. Kalau kita memilih pemimpin yang hanya pandai berbicara dan tidak bisa melaksanakan apa yang diucapkan maka kita akan celaka sendiri,” tegasnya.
“Kalau memilih pemimpin yang nyolong-nyolong maka program untuk kesehatan serta pendidikan masyarakat akan dicolong maka masyarakat tidak mendapatkan apa-apa,” pungkasnya.















