Menurut dia, tantangan ekonomi dunia ke depan sangat berat, terutama dalam menghadapi era persaingan bebas seperti AFTA, APEC dan WTO. Karena itu, yang harus dilakukan pemerintah adalah bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global. “Jika kita tidak mempersiapkan diri maka kita akan kalah bersaing dengan dengan asing. Tenaga kerja Indonesia hanya mengisi pada level rendah, sementara tenaga kerja level atas diisi oleh tenaga kerja asing. Dan ini ancaman terbesar Indonesia kedepan,” tegas dia.
Dia menilai, masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan selama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai. Sehingga, keberhasilan pembangunan yang dibanggakan hanya berasal dari pemanfaatan sumberdaya alam intensif, arus modal asing berupa pinjaman dan investasi langsung dan bukan berasal dari kemampuan manajerial dan produktivitas SDM yang tinggi.
Lebih lanjut dia mengatakan, keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan merupakan bukti kegagalan pembangunan. “Saya kira, sudah bukan waktunya lagi membangun perekonomian dengan kekuatan asing. Tapi sudah seharusnya bangsa Indonesia memanfaatkan potensi sumberdaya daya yang dimiliki dengan kemampuan SDM yang tinggi sebagai kekuatan dalam membangun perekonomian nasional,” tegas dia.














