Demikian juga sektor primer seperti perikanan dan peternakan tumbuh cukup besar.
Sektor perikanan tumbuh 9,69% (y o y) dan peternakan tumbuh 7,07% (y o y).
Adapun industri pengolahan yang menyumbang 19,29% PDB juga tumbuh signifikan.
“Industri pengolahan tumbuh 6,58% (y o y),” ulasnya.
Politisi senior PDI Perjuangan ini menjelaskan desain APBN 2021 yang melanjutkan kebijakan counter cyclical juga berdampak bagus terhadap sektor konstruksi.
Sektor ini tumbuh besar sebagai dampak dari realisasi belanja pemerintah pada konstruksi yang naik sebesar 50,22% pada tahun 2021 ini.
Sektor transportasi dan pergudangan yang terpukul akibat pandemi juga mengalami pertumbuhan.
Sektor ini tumbuh 25,10% (y o y), sumbangan terbesarnya adalah pertumbuhan angkutan udara yang mencapai 137,74%, dan angkutan rel 67,19%.
“Sejalan dengan pertumbuhan sektor transportasi, sektor hotel dan restoran juga tumbuh 21,58% (y o y). perhotelan tumbuh 45,07% dan restoran tumbuh 17,88%,” imbuhnya.
Dari sisi pengeluaran terangnya, tingkat konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 57% PDB keluar dari zona resesi.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93%, jika pada kuartal sebelumnya masih -2,22%.
Bahkan pencapaian konsumsi rumah tangga ini melebihi pencapaian disepanjang tahun 2019 dan 2020.












