Padahal, penerimaan negara naik sangat tinggi, Rp519 triliun selama 7 bulan pertama 2022, atau naik 50,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Kenaikan pendapatan negara yang sangat tinggi tersebut disebabkan karena kenaikan harga komoditas dunia yang melonjak tajam.
Indonesia sebagai produsen komoditas mendapat berkah besar dari ‘durian runtuh’ ini.
Tetapi, rejeki tersebut tidak terdistribusi dengan baik dan adil kepada rakyat.
Yang malah terjadi, rakyat mendapat musibah, dibebani kenaikan harga pangan dan harga BBM.
Betapa malang nasib rakyat kecil Indonesia.
Penulis adalah Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) di Jakarta