JAKARTA-Perekonomian Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Pada triwulan ke III 2015 pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat menjadi 4,73%, dari triwulan ke II yang tercatat sebesar 4,67%. Indikator ekonomi lainnya rata-rata juga menunjukkan perkembangan yang positif seperti tingkat inflasi cenderung menurun dan surplus neraca perdagangan juga cenderung meningkat. Namun demikian, ekonomi serta industri keuangan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan di tahun 2016 nanti.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mengatakan ada 3 tantangan ekonomi di 2016 nanti. Pertama, pemulihan ekonomi di beberapa negara maju yang masih berjalan lambat, khususnya pemulihan perekonomian Tiongkok yang hingga saat ini masih dibayangi oleh ketidakpastian. Kedua, masih berlanjutnya pelemahan kinerja keuangan korporasi nasional di semester kedua 2015 ini, akibat dampak pelambatan perekonomian global dan domestik. “Dan Ketiga, kenaikan Fed Funds Rate yang hingga saat ini masih dipenuhi dengan ketidakpastian,” ujar Muliaman pada acara Seminar dengan tema “Outlook Ekonomi dan Pasar Modal 2016” di Jakarta, Kamis (19/11).
Meski dihadang sejumlah tantangan, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2016 akan bergerak lebih baik dibandingkan tahun 2015. Bahkan berbagai organisasi internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi indonesia akan berada di kisaran 5,1% (IMF) hingga 5,4% (ADB), sementara tingkat inflasi akan berkisar 5,1% (ADB) hingga 6,3% (OECD). 21.














