JAKARTA – PT PP Properti Tbk(PPRO) selama enam bulan pertama di 2025, bisa meraih laba bersih Rp47,18 miliar atau berbanding terbalik dibandingkan dengan kondisi di Semester I-2024 yang menderita rugi bersih Rp459,57 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan PPRO untuk periode berakhir 30 Juni 2025 yang dikutip Rabu (23/7), anak usaha PTPP ini hanya membukukan pendapatan Rp142,24 miliar atau melorot 25,07 persen dibandingkan dengan capaian di Semester I-2024 yang sebesar Rp189,82 miliar.
Di saat omzet mengalami drop hingga 25,07 persen tersebut, PPRO cuma bisa menekan beban pokok penjualan sebesar 17,94 persen (year-on-year) menjadi Rp139,79 miliar, sehingga laba bruto di Semester I-2025 anjlok 87,41 persen (y-o-y) menjadi Rp2,45 miliar.
Namun demikian, pada paruh pertama 2025 perseroan berhasil mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan Rp40,29 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di paruh pertama 2024 yang mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp461,34 miliar.
Perolehan laba sebelum pajak di Semester I-2025 itu tertutama dipengaruhi oleh penurunan beban keuangan sebesar 77,39 persen (y-o-y) menjadi Rp104,83 miliar.
Ditambah lagi dengan adanya lonjakan penghasilan lain-lain sebesar 884,26 persen (y-o-y) menjadi Rp176,38 miliar.














